Time to let go…
June 30, 2008 by ayrlina
Dah beberapa saat ini g hidup dalam dunia kebodohan… (temennya dunia khayal versi super soulmate concert yang ada si boncel 1 sama boncel 2… g ngefans deh sama Ruben n Ivan… hihihi…) balik lagi ke dunia kebodohan g… sekarang balik serius lagi nih… hihihi…
Bodoh karena g terlena sama sesuatu yang hilang dari hidup g, terus kehilangan itu kaya pasir hisap yang narik g ke bawah dan akhirnya bisa bikin g tenggelam di dalamnya. Setiap kali g bergerak buat keluar dari pasir hisap itu, semakin dalam pula g ketarik. Bodoh karena g berpikir sempit dan hanya ngeliat kehilangan g. Bodoh karena g jadi mengasihani diri sendiri dan bertanya kenapa g yang musti ngalamin ini. Bodoh karena g ngerasa g ga bisa ngapa2in atas kondisi yang g hadapin. Bodoh karena g cuma ngandelin diri g sendiri. Bodoh karena fokus g ga jelas…
Sampe satu pagi, g baca email dari milis alumni g. Thanks to Mbak Rianti yang selalu setia n rajin forward renungan harian. Kadang dari satu hal yang kayanya sederhana, efeknya ternyata gede buat orang lain. Contohnya artikel yang g copy paste dari forward-an email Mbak Rianti ini…
MASIH ADA SISA
Setiap orang pasti pernah kehilangan. Entah barang, harta, rumah,
kesempatan, atau bahkan orang yang dicintai… Pengalaman kehilangan
bisa melumpuhkan semangat hidup, bahkan mematikan pengharapan kita.
Tengoklah betapa banyak orang yang putus asa akibat pahitnya
pengalaman kehilangan.
Alkitab mencatat bahwa Allah pernah mengalami kehilangan umat yang
dikasihi-Nya, karena berturut-turut mereka beralih kesetiaan. Jumlah
orang yang percaya menurun secara bertahap. Israel menolak-Nya. Yehuda
meninggalkan-Nya. Jumlah umat yang setia terus menipis. Namun, Dia tak
pernah berhenti berkarya! Alih-alih memikirkan yang hilang, Dia
memikirkan yang tersisa. Dia bekerja melalui mereka. Namanya "sisa
Israel". Yesaya sedang menggemakan penghayatan iman yang dinamai
Teologi Sisa.
Yohanes melaporkan tentang ribuan pengikut Yesus yang pergi sesudah
mendengar firman keras yang menantang iman. Tersisa hanya 12 murid!
Namun, Yesus tidak kecewa atau putus harap.. Dia tetap bekerja dengan
sisa komposisi 12 murid itu, yang kelak justru menjadi fondasi Gereja
di seluruh dunia.
Jika Anda sedang mengalami kehilangan, jangan berfokus pada yang telah
hilang atau pergi, melainkan pada yang masih ada. Tidak berarti semua
itu tidak penting, namun bukankah hidup harus terus berjalan? Hari
esok harus kita songsong dengan tetap maju dan berkarya dengan apa
yang "tersisa". Sekecil apa pun itu… Waktu, kesempatan, kekuatan,
keluarga, teman, sedikit uang… apa saja yang masih ada pada kita.
Hargai, syukuri, dan melangkahlah dengannya! —PAD
SAAT KEHILANGAN, BERFOKUSLAH PADA APA YANG MASIH ADA
AGAR JANGAN SEMUA HILANG, TERUTAMA PENGHARAPAN
This article really knocks me out! Yoooo, girl… wake up!!! World doesn’t stop turning when u lose something!!! Hehehe…
So, here I am… trying to wake up, get my sanity back, focus on what lies before me, and keep my life goin’ with everything I still have, not anything that I already lose… Ga perlu nyeselin apa yang dah lewat. Kaya kata Master Ogyu… (bener ga ya namanya gini… g lupa… g ingetnya cuma si Po… love this movie very bery much…) : Yesterday is history, tomorrow is mystery, today is gift. That’s why we call it PRESENT…
G rasa g belajar banyak dari apa yang dah g alamin. Dan saat ini g pun tetep belajar, dengan ngerelain yang udah ilang, g bisa ngelepasin diri dari rasa kehilangan itu sendiri. Time to let go… time to release… time to move forward…
emang apaan sih yg ilang?????
di-rinci donk…
kan yg baca ga ngerti :p
bisa2 kita ngertinye elu keilangan duit gope aje udeh uring2an kyk gini… hehehe…
.i’m agree wit u..n master ogyu..(bener gak yah tulisannya…?)